Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

العمرى
Umra (hibah hunian)

سنن ابن ماجه ٢٣٧١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَعْمَرَ رَجُلًا عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَقَدْ قَطَعَ قَوْلُهُ حَقَّهُ فِيهَا فَهِيَ لِمَنْ أُعْمِرَ وَلِعَقِبِهِ

Sunan Ibnu Majah 2371: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh berkata: telah memberitakan kepada kami Al Laits bin Sa'd dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Jabir ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barangsiapa memberikan umra untuk seseorang dan keturunannya, sungguh ucapannya tersebut memutus haknya untuk mendapatkan umra itu kembali. Maka umra tersebut akan menjadi milik seseorang yang telah diserahi dan keturunannya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2371