Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

الشرب من الأودية ومقدار حبس الماء
Minum dengan bejana, dan kadar bolehnya menahan air (dalam pengairan)

سنن ابن ماجه ٢٤٧٣: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَنْبَأَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِي سَيْلِ مَهْزُورٍ أَنْ يُمْسِكَ حَتَّى يَبْلُغَ الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ يُرْسِلَ الْمَاءَ

Sunan Ibnu Majah 2473: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdah berkata: telah memberitakan kepada kami Al Mughirah bin 'Abdurrahman berkata: telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Amru bin Syu'aib dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memberikan putusan tentang pembagian aliran air di Mahruz, agar (orang yang di atas) menahan air hingga genangannya mencapai dua mata kaki, setelah itu memberikannya kepada yang di bawah."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2473