Hadits Shahih Muslim

اللباس والزينة

Kitab Pakaian dan Perhiasan

النهي عن اشتمال الصماء والاحتباء في ثوب واحد
Larangan mengenakan pakaian shama`dan ihtiba` dengan satu kain

صحيح مسلم ٣٩١٦: و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَأْكُلَ الرَّجُلُ بِشِمَالِهِ أَوْ يَمْشِيَ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ وَأَنْ يَشْتَمِلَ الصَّمَّاءَ وَأَنْ يَحْتَبِيَ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ كَاشِفًا عَنْ فَرْجِهِ

Shahih Muslim 3916: Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik bin Anas dari Abu Az Zubair dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang makan dengan tangan kiri, berjalan dengan sandal sebelah, berpakaian dengan menyelimuti seluruh tubuh (tanpa tangan dan tanpa baju dalam), dan duduk mencangkung (duduk dengan meninggikan lutut ke dada) dengan pakaian selapis sehingga auratnya kelihatan."

Shahih Muslim Nomer 3916