Hadits Sunan Tirmidzi

الطهارة عن رسول الله

Kitab Bersuci

ما جاء في كراهية البول في الماء الراكد
Dimakruhkan kencing di air keruh

سنن الترمذي ٦٣: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ مِنْهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ

Sunan Tirmidzi 63: telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian kencing di air yang diam (tidak mengalir) kemudian berwudlu darinya." Abu Isa berkata: "Ini adalah hadits yang hasan shahih, dan dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir."

Sunan Tirmidzi Nomer 63