سنن الدارقطني ١٤٧: نا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا ابْنُ وَهْبٍ , حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى «أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِعَظْمٍ حَائِلٍ , أَوْ رَوْثَةٍ , أَوْ حُمَمَةٍ» . عَلِيُّ بْنُ رَبَاحٍ لَا يُثْبَتُ سَمَاعُهُ مِنِ ابْنِ مَسْعُودٍ , وَلَا يَصِحُّ
Sunan Daruquthni 147: Abdul Malik bin Ahmad Ad-Daqqaq mengabarkan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Musa bin Ali mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, dari Abdullah bin Mas'ud: "Bahwa Nabi SAW melarang kami beristinja dengan tulang kering atau kotoran (tahi kering) atau tanah kering." Mendengarnya Ali bin Rabah dari Ibnu Mas'ud tidak valid dan tidak shahih.
Sunan Daruquthmi Nomer 147