سنن الدارقطني ٢٢٩٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , قَالَ: قَالَتْ عَائِشَةُ: " نَزَلَتْ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ البقرة: 184 مُتَتَابِعَاتٍ فَسَقَطَتْ مُتَتَابِعَاتٌ ". سَقَطَ لَمْ يَقُلْ غَيْرُ عُرْوَةَ
Sunan Daruquthni 2292: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Abdurrazzak menceritakan kepada kami. Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab. dia mengatakan, Aisyah berkata: Turun ayat "Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain" secara berturut-turut, lalu gugur kewajiban berturutturut." Kata "gugur" tidak ada yang mengatakannya selain Urwah.
Sunan Daruquthmi Nomer 2292