Hadits Sunan Daruquthmi

كِتَابُ الصِّيَامِ

Kitab Puasa

بَابُ الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ
Mencium bagi Orang yang Berpuasa

سنن الدارقطني ٢٢٩٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , ثنا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ , ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , «أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ» كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا بِقَضَاءِ رَمَضَانَ مُتَوَاتِرًا "

Sunan Daruquthni 2299: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Yazid bin Sinan menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, bapakku menceritakan kepadaku, dari Qatadah, dari Abdullah bin Abi Mulaikah, bahwa Abu Hurairah berpendapat, tidak mengapa mengqadha puasa bulan Ramadhan secara berturut-turut.

Sunan Daruquthmi Nomer 2299