سنن الدارقطني ٦٨٣: حَدَّثَنَا الْقَاضِي أَبُو عُمَرَ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ «أَنَّهُ كَانَ إِذَا تَيَمَّمَ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ ضَرْبَةً فَمَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ , ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ ضَرْبَةً أُخْرَى ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَلَا يَنْفُضُ يَدَيْهِ مِنَ التُّرَابِ»
Sunan Daruquthni 683: Al Qadhi Abu Umar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma'mar memberitahu kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari Ibnu Umar: "Bahwa apabila bertayammum, ia menepukkan kedua tangannya satu tepukan lalu mengusapkannya ke wajahnya, lalu menepukkan lagi tangannya satu tepukan kemudian mengusapkan keduanya pada kedua tangannya hingga sikut, dan tidak menepukkan tanah dari tangannya."
Sunan Daruquthmi Nomer 683