سنن الدارقطني ٨١٨: حَدَّثَنَا ابْنُ الْعَلَاءِ , ثنا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ , قَالَا: ثنا أَبُو أُسَامَةَ , قَالَ الْأَعْمَشُ , ثنا عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا سُئِلَتْ عَنِ الْمُسْتَحَاضَةِ , فَقَالَتْ: «لَا تَدَعُ الصَّلَاةَ وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ». تَابَعَهُمَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ
Sunan Daruquthni 818: Ibnu Al 'Ala' menceritakan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safar menceritakan kepada kami , Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Muhamamd bin Ubadah menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Al A'masy menceritakan kepada kami, dari Habib, dari Urwah, dari Aisyah: Bahwa ia ditanya tentang wanita mustahadhah, maka ia pun menjawab, "Wanita itu tidak meninggalkan shalat walaupun darah menetes di atas tikar." Dua sanad ini di-mutaba'ah oleh Asbath bin Muhammad.
Sunan Daruquthmi Nomer 818