Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٢٣٨: أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ، وَعُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ ثُمَامَةَ الْحَنَفِيَّ أُسِرَ، فَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُ إِلَيْهِ، فَيَقُولُ‏:‏ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ إِنْ تَقْتُلْ تَقْتُلْ ذَا دَمٍ، وَإِنْ تَمُنَّ تَمُنَّ عَلَى شَاكِرٍ، وَإِنْ تُرِدِ الْمَالَ تُعْطَ مَا شِئْتَ، قَالَ‏:‏ فَكَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّونَ الْفِدَاءَ، وَيَقُولُونَ‏:‏ مَا نَصْنَعُ بِقَتْلِ هَذَا، فَمَرَّ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَأَسْلَمَ، فَبَعَثَ بِهِ إِلَى حَائِطِ أَبِي طَلْحَةَ، فَأَمَرَهُ أَنْ يَغْتَسِلَ، فَاغْتَسَلَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَقَدْ حَسُنَ إِسْلاَمُ صَاحِبِكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1238: Abu Arubah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Salamah bin Syabib telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Umar dan Ubaidillah bin Umar telah memberitakan kepada kami sebuah hadits dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah Bahwa Tsumamah Al Hanafi46 tertawan. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguknya, beliau bertanya, Apa pendapatmu wahai Tsumamah?”. Ia menjawab, Jika engkau membunuh (ku) berarti engkau membunuh orang yang diperhitungkan darahnya. Namun jika engkau memberikan anugerah (ampunan), berarti engkau telah memberikan anugerah kepada orang yang pandai berterima kasih. Jika engkau menginginkan harta, engkau akan diberi berapapun yang engkau inginkan.”Abu Hurairah berkata, Saat itu, para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menginginkan tebusan. Mereka berkata, Apa untungnya kita membunuh orang ini?”. Pada suatu hari, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan melewati Tsumamah. Kemudian ia masuk Islam. Maka Nabi pun mengutus seseorang untuk membawanya ke rumah Abu Thalhah. Beliau menyuruhnya mandi. Lalu ia mandi dan melakukan shalat dua raka’at. Setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sungguh, telah bagus Islamnya sahabat kalian.”47 95:1

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1238