Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٩٧٩: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ ثُمَّ قَالَ: أَلْعَنُكَ بِلَعْنَةِ اللهِ- ثَلاَثًا- ثُمَّ بَسَطَ يَدَهُ كَأَنَّهُ يَتَنَاوَلُ شَيْئًا، فَلَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ قَدْ سَمِعْنَاكَ تَقُولُ فِي صَلاَتِكَ شَيْئًا لَمْ نَسْمَعْكَ تَقُولُ مِثْلَ ذَلِكَ، وَرَأَيْنَاكَ بَسَطْتَ يَدَكَ، قَالَ: إِنَّ عَدُوَّ اللهِ إِبْلِيسَ جَاءَ بِشِهَابٍ مِنْ نَارٍ لِيَجْعَلَهُ فِي وَجْهِي، فَقُلْتُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ، فَلَمْ يَسْتَأْخِرْ، ثُمَّ قُلْتُ ذَلِكَ، فَلَمْ يَسْتَأْخِرْ، ثُمَّ قُلْتُ، فَلَمْ يَسْتَأْخِرْ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَخْنُقَهُ، فَلَوْلاَ دَعْوَةُ أَخِي سُلَيْمَانَ لَأَصْبَحَ مُوثَقًا يَلْعَبُ بِهِ صِبْيَانُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 1979: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Muawiyah bin Shalih menceritakan kepadaku dari Rabi'ah bin Yazid, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Ad-Darda, dia berkata, “Rasulullah berdiri dalam shalat. Lalu aku mendengar beliau mengucapkan, 'Aku berlindung kepada Allah darimu’,” Beliau lalu mengucapkan, “Aku mengutukmu dengan kutukan Allah” —sebanyak tiga kali—. Kemudian beliau membentangkan tangannya seakan-akan meraih sesuatu. Setelah shalat selesai, dia berkata, “Wahai Rasulullah, ketika dalam shalat tadi kami mendengar engkau mengucapkan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya, dan kami melihat engkau membentangkan tangan." Nabi lalu bersabda, “Sesungguhnya musuh Allah adalah iblis, dia datang dengan membawa obor api untuk didekatkan ke wajahku, maka aku berdoa, Aku berlindung kepada Allah darimu'. Akan tetapi rupanya dia tidak kapok, maka kuucapkan lagi doa tersebut. Namun dia tetap tidak kapok, maka kuucapkan lagi doa tersebut. Dia tetap saja tidak kapok maka aku hendak mencekiknya. Kalau saja bukan karena doa saudaraku, Sulaiman AS, pastilah pada pagi harinya dia akan diikat dan dijadikan mainan anak-anak Madinah.” 359 3:65
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1979