Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٢١٠٠: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللهِ: لَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلاَةِ إِلاَّ مُنَافِقٌ قَدْ عُلِمَ نِفَاقُهُ أَوْ مَرِيضٌ، وَإِنْ كَانَ الْمَرِيضُ لَيَمُرُّ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يَأْتِيَ الصَّلاَةَ وَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى وَمِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلاَةُ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ.
Shahih Ibnu Hibban 2100: Abu Ya'la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami dia berkata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Zakariya bin Abi Zaidah menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Abu Al Ahwash, dia berkata: Abdullah berkata, “Kami telah mengetahui bahwa tidak ada yang meninggalkan shalat jamaah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya, atau orang yang sakit Apabila seseorang sakit, maka dia akan berjalan di antara dua orang laki-laki (yakni dipapah agar tidak jatuh) sampai dia menunaikan shalat Sesungguhnya Rasulullah mengajarkan kita Sunnah-Sunnah petunjuk (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran), diantaranya shalat di masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya.” 520 3:50
Shahih Ibnu Hibban Nomer 2100