Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٥٦٦: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ يَزِيدَ الْفَرَّاءُ أَبُو الْحَسَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَا تَحَابَّ اثْنَانِ فِي اللهِ، إِلاَّ كَانَ أَفْضَلَهُمَا أَشَدُّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ.
Shahih Ibnu Hibban 566: Al Hushain bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata, Sa’ad bin Yazid Al Farra’ Abui Hasan menceritakan kepada kami, ia berkata, Mubarak bin Fudhalah menceritakan kepada kami, ia berkata, Tsabit menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, melainkan yang paling utama dari keduanya adalah yang paling besar cintanya kepada saudaranya.3521:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 566