Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٥٧٣: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَالِحٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ عِبَادًا لَيْسُوا بِأَنْبِيَاءَ، يَغْبِطُهُمُ الأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ، قِيلَ: مَنْ هُمْ لَعَلَّنَا نُحِبُّهُمْ؟ قَالَ: هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِنُورِ اللهِ مِنْ غَيْرِ أَرْحَامٍ وَلاَ انْتِسَابٍ، وُجُوهُهُمْ نُورٌ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، لاَ يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ، وَلاَ يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ، ثُمَّ قَرَأَ: أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ.
Shahih Ibnu Hibban 573: Ahmad bin Ah bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, dari Umarah bin Al Qa’qa’ dari Abu Zur’ah, dari Abu Hmrairah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda, “Sesungguhnya ada hamba-hamba Allah yang mereka itu bukan para nabi, namun para nabi dan para syuhada iri terhadap mereka”. Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah mereka?, semoga kami mencintai mereka,” beliau menjawab, “Mereka adalah satu kaum yang saling mencintai karena nur Allah, bukan karena hubungan keturunan juga bukan karena nasab, wajah- wajah mereka merupakan cahaya di atas mimbar-mimbar cahaya, mereka tidak merasa takut ketika manusia merasa takut, dan mereka tidak merasa sedih ketika manusia merasa sedih." kemudian beliau membaca firman Allah SWT, “Ketahuilah, sesungguhnya kekasih Allah itu tidak ada ketakutan pada mereka, juga tidak bersedih hati: (Qs. Yuunus 10: 62) 361 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 573