Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٦٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى ثَقِيفٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى، يَعْنِي الْبِسْطَامِيَّ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ أَبِي مَوْدُودٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ عُثْمَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ. وَقَدْ كَانَ أَصَابَهُ الْفَالِجُ فَقِيلَ لَهُ: أَيْنَ مَا كُنْتَ تُحَدِّثُنَا بِهِ؟ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ حِينَ أَرَادَ بِي مَا أَرَادَ أَنْسَانِيهَا.
Shahih Ibnu Hibban 862: Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim, maula Tsaqif, mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al Husain71 bin Isa yakni- Al Bisthami menceritakan kepada kami, ia berkata: Anas bin ‘Iyadh menceritakan kepada kami, dari Abu Maudud, dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurazhi, dari Aban bin Utsman, dari Utsman, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca di waktu pagi sebanyak tiga kali: Bismillaahilladzi laa yadhurru ma 'a ismihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul 'aliim (Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang apabila namanya disebut maka tidak ada sesuatu pun baik di bumi ataupun di langit yang membahayakan diri (orang yang membacanya), dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), maka dia tidak akan tertimpa malapetaka yang datang secara mengejutkan hingga datang waktu sore. Dan apabila dia membacanya di waktu sore hari, maka dia tidak akan tertimpa malapetaka yang datang secara mengejutkan hingga datang waktu pagi” Sungguh Utsman pernah tertimpa penyakit lumpuh, lalu ia ditanya: “Di mana kalimat yang telah kamu ceritakan kepada kami itu (mengapa kamu masih tertimpa musibah ini?" Utsman menjawab: “Sesungguhnya Allah ketika Dia menghendaki suatu musibah kepadaku, maka Dia membuatku lupa untuk membaca kalimat tersebut." 72 (1:2)
Shahih Ibnu Hibban Nomer 862