Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٦٨: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، مَوْلَى ثَقِيفٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو زُنَيْجٌ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ: مَا تَقُولُ فِي الصَّلاَةِ؟ فَقَالَ: أَتَشَهَّدُ ثُمَّ أَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ. أَنَا وَاللَّهِ مَا أُحْسِنُ دَنْدَنَتَكَ وَلاَ دَنْدَنَةَ مُعَاذٍ، فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَوْلَهَا نُدَنْدِنُ.
Shahih Ibnu Hibban 868: Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula Tsaqif mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Amru Zunaij menceritakan kepada kami, Jarir bin Abdul Hamid menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya kepada seseorang, “Apa yang kamu baca di dalam shalat?” Ia menjawab, “Aku membaca tasyahhud (Tahiyat/persaksian kepada Allah SWT dan Rasul-Nya), lalu aku membaca, “Allaahumma innii as'aluk Aljannata, wa a’uudzu bika min An-naari (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada- Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu terhadap api neraka). Aku, demi Allah SWT, tidak dapat membaguskan bicaramu yang lirih, dan tidak pula pembicaraan Mu’adz yang lirih itu”. Beliau lalu bersabda: “Disekitarnya (yakni: sekitar mendapatkan surga atau berlindung dari neraka) itulah kami lirihkan.”5 3:15,
Shahih Ibnu Hibban Nomer 868