Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٩٦٨: أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَلْيَقُلْ: أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي.
Shahih Ibnu Hibban 968: Abu Arubah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Abdul Aziz bin Shuhaib, bahwa ia mendengar Anas bin Malik bercerita dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda, “Sungguh, jangalah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian sebab penderitaan yang menimpanya. Jika ia terpaksa harus melakukannya, maka hendaknya ia berdoa: “Ya Allah, hidupkanlah aku (biarkanlah aku tetap hidup) kalau hidup itu memang lebih baik untukku, dan matikanlah aku seandainya mati itu memang lebih baik untukku.”175
Shahih Ibnu Hibban Nomer 968