Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٩٧٦: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ، قَالَ: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الاِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُولُ: يَا رَبِّ قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَمَا أَرَاكَ تَسْتَجِيبُ لِي، فَيَدَعُ الدُّعَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 976: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yazid bin Mauhab menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata: Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, “Tidak ada henti-hentinya doa seorang hamba dikabulkan selama ia tidak berdoa dengan memohon hal yang sifatnya berdosa, atau memutus tali silaturrahim, dan selama ia tidak meminta dengan terburu-buru.” Beliau ditanya: Wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, bagaimanakah seseorang dianggap meminta dengan terburu-buru itu? beliau menjawab: “Ia berkata, “Wahai Tuhan, sungguh aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, tapi aku belum melihat Engkau mengabulkan doaku." Kemudian ia meninggalkan doanya. ” 187 2:43
Shahih Ibnu Hibban Nomer 976