Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٩٨٣: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنَّهُ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ، قَالَ: بِسْمِ اللهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، ثُمَّ رُزِقَا وَلَدًا لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ.
Shahih Ibnu Hibban 983: Al Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hudbah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata: Hammam menceritakan kepada kami, ia berkata: Manshur menceritakan kepada kami, dari Salim bin Abu Al Ju’di, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Ingatlah sesungguhnya salah seorang dari kalian seandainya hendak menggauli istrinya mengucapkan: Bismillaahi, Allahumma jannibnaasy-syaithaana, wajannibisy-syaithaana maa razaqtanaa (dengan Nama Allah, Ya Allah jauhkanlah syetan dari kami, dan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami), kemudian keduanya di anugerahi seorang anak, maka syetan tidak akan dapat mencelakakannya”195.1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 983