Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٠٦٤: نا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، نا إِسْمَاعِيلُ، نا الْعَلَاءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا ثُوِّبَ لِلصَّلَاةِ فَلَا تَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ، وَأْتُوهَا وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا؛ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ يَعْمَدُ إِلَى الصَّلَاةِ، فَهُوَ فِي صَلَاةٍ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1064: Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepada kami, Al Ala' menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila shalat telah dilaksanakan maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa akan tetapi datanglah dengan tenang. Kerjakanlah rakaat yang kamu dapatkan sedangkan rakaat yang luput dari kamu sempurnakanlah karena jika salah seorang di antara kamu telah pergi menuju shalat dengan sengaja berarti ia dalam keadaan shalat.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1064