Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٩٨١: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا أَبُو مَعْمَرٍ، نا عَبْدُ الْوَارِثِ، نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُنَيْسٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَالِدِ بْنِ سُفْيَانَ بْنِ نُبَيْحٍ الْهُذَلِيِّ، وَبَلَغَهُ أَنَّهُ يَجْمَعُ لَهُ، وَكَانَ بَيْنَ عُرَنَةَ وَعَرَفَاتٍ قَالَ لِيَ: «اذْهَبْ فَاقْتُلْهُ» قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، صِفْهُ لِي قَالَ: «إِذَا رَأَيْتَهُ أَخَذَتْكَ قُشَعْرِيرَةٌ، لَا عَلَيْكَ أَنْ لَا أَصِفَ لَكَ مِنْهُ غَيْرَ هَذَا» قَالَ وَكَانَ. . . . قَالَ: انْطَلَقْتُ حَتَّى إِذَا دَنَوْتُ مِنْهُ حَضَرَتِ الصَّلَاةُ، صَلَاةَ الْعَصْرِ قَالَ: قُلْتُ إِنِّي لَأَخَافُ أَنْ يَكُونَ بَيْنِي مَا أَنْ أُؤَخِّرَ الصَّلَاةَ، فَصَلَّيْتُ وَأَنَا أَمْشِي أُومِئُ إِيمَاءً نَحْوَهُ، ثُمَّ انْتَهَيْتُ إِلَيْهِ، فَوَاللَّهِ مَا عَدَا أَنْ رَأَيْتُهُ اقْشَعْرَرْتُ، وَإِذَا هُوَ فِي ظُعُنٍ لَهُ - أَيْ فِي نِسَائِهِ - فَمَشَيْتُ مَعَهُ، فَقَالَ: مَنْ أَنْتَ؟ قُلْتُ: رَجُلٌ مِنَ الْعَرَبِ بَلَغَنِي أَنَّكَ تَجْمَعُ لِهَذَا الرَّجُلِ فَجِئْتُكَ فِي ذَاكَ، فَقَالَ: إِنِّي لَفِي ذَاكَ قَالَ: قُلْتُ فِي نَفْسِي: سَتَعْلَمُ قَالَ: فَمَشَيْتُ مَعَهُ سَاعَةً حَتَّى إِذَا أَمْكَنَنِي عَلَوْتُهُ بِسَيْفِي حَتَّى بَرَدَ، ثُمَّ قَدِمَتُ الْمَدِينَةَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ الْخَبَرَ، فَأَعْطَانِي مِخْصَرًا - يَقُولُ: عَصًا - فَخَرَجْتُ بِهِ مِنْ عِنْدِهِ، فَقَالَ لِي أَصْحَابِي: مَا هَذَا الَّذِي أَعْطَاكَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: قُلْتُ: مِخْصَرًا قَالُوا: وَمَا تَصْنَعُ بِهِ، أَلَا سَأَلْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ أَعْطَاكَ هَذَا، وَمَا تَصْنَعُ بِهِ؟ عُدْ إِلَيْهِ، فَاسْأَلْهُ قَالَ: فَعُدْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْمِخْصَرُ أَعْطَيْتَنِيهُ لِمَاذَا؟ قَالَ: «إِنَّهُ بَيْنِي وَبَيْنَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَقَلُّ النَّاسِ يَوْمَئِذٍ الْمُخْتَصِرُونَ» قَالَ: فَعَلَّقَهَا فِي سَيْفِهِ، لَا يُفَارِقُهُ، فَلَمْ يُفَارِقْهُ مَا كَانَ حَيًّا، فَلَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ أَمَرَنَا أَنْ نَدْفِنَ مَعَهُ قَالَ: فَجُعِلَتْ وَاللَّهِ فِي كَفَنِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 981: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Ma'mar menceritakan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishak menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari bin Abdullah bin Anis dari ayahnya, ia berkata, “Aku pernah diutus menemui Khalid bin Sufyan bin Nabih Al Hudzali, telah sampai kabar kepadanya bahwa ia pernah mengumpulkan pasukan untuk menyerangnya -yaitu di daerah antara Uranah dan Arafah-, beliau berkata kepadaku, “Pergilah dan bunuhlah ia.” Perawi berkata, “Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada aku ciri-ciri orang tersebut'.” Beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya niscaya dirimu akan gemetar dan aku tidak dapat memberikan ciri-cirinya kepadamu selain ini.” Perawi berkata, “Sedangkan..." Perawi berkata, “Kemudian aku berangkat dan tatkala aku telah mendekatinya maka tiba waktu shalat, -yaitu shalat Ashar-. Perawi berkata, “Aku berkata di dalam hati, 'Aku sangat takut jika dalam hidup aku untuk menunda shalat'. Maka aku shalat sambil berjalan dengan memberikan isyarat terhadapnya, lalu aku sampai ke tempat orang tersebut dan demi Allah, belum lagi aku melihatnya diriku telah gemetar. Ternyata ia sedang berada di tandu miliknya - atau bersama istrinya-. Aku kemudian berjalan bersamanya. Ia bertanya, 'Siapa kamu?' Aku menjawab,' Orang Arab yang mendengar bahwa kamu telah menyiapkan pasukan untuk menyerang orang ini, maka aku datang kepadamu demi hal tersebut.' Ia menjawab, 'Memang aku sedang melakukannya'.” Perawi berkata, “Aku berkata dalam hati, 'Kamu akan buktikan nanti'.” Perawi berkata,; “Lalu aku berjalan dengannya beberapa saat sampai tiba kesempatan bagiku maka aku pun menebaskan pedangku kepadanya sehingga ia tidak bernyawa. Setelah itu aku pulang ke Madinah untuk menjumpai Rasulullah dan mengabarkan beliau tentang kejadiannya. Beliau lalu memberikan tongkat pendek kepadaku -ia mengatakan tongkat- lalu aku pergi dari sisinya dengan membawa tongkat tersebut. Setelah itu sahabat- sahabatku bertanya kepadaku, 'Benda apa ini yang telah diberikan Rasulullah kepadamu?' Aku menjawab, 'Tongkat kecil.' Mereka bertanya, 'Apa yang akan kamu perbuat dengannya? Apakah kamu sudah tanyakan kepada Rasulullah kenapa beliau memberikan tongkat ini kepadamu dan apa yang akan kamu perbuat dengannya? kembalilah dan tanyakan kepada beliau.' Perawi berkata, “Maka aku kembali kepada Rasulullah dan aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau memberikan kepadaku tongkat kecil?' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya ia adalah jalan pintas antara aku dan dirimu pada Hari Kiamat dan sedikit sekali pada hari itu orang-orang yang melewati jalan pintas'." Perawi berkata, “Kemudian ia menggantungkannya di pedangnya dan tidak melepaskannya serta tidak pernah meninggalkannya selama hidupnya. Tatkala tiba ajalnya, kami memerintahkan untuk menguburnya bersamanya.” Perawi berkata, “Demi Allah, tongkat tersebut lalu kami letakkan di dalam kain kafannya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 981