Sunan Ibnu Majah

الطهارة وسننها

Kitab Thoharoh dan Sunnah-Sunnahnya

لا وضوء إلا من حدث
Tidak ada wudlu kecuali karena hadats

سنن ابن ماجه ٥٠٧: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَعْمَرِ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنْبَأَنَا سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ التَّشَبُّهِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Sunan Ibnu Majah 507: Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib berkata: telah menceritakan kepada kami Al Muharibi dari Ma'mar bin Rasyid dari Az Zuhri berkata: telah memberitakan kepada kami Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang perasaan ragu dalam shalat. Beliau lalu menjawab: "Jangan berhenti, sehingga ia mendengar suara atau mencium bau."

Sunan Ibnu Majah Nomer 507