سنن الدارقطني ٢٣٥٣: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , ثنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , ثنا أَبُو بِشْرٍ وَرْقَاءُ بْنُ عُمَرَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , فِي قَوْلِهِ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ البقرة: 184 , قَالَ: «يُطِيقُونَهُ يُكَلَّفُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ وَاحِدٍ» , فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا البقرة: 184 «فَزَادَ مِسْكِينًا آخَرَ لَيْسَتْ بِمَنْسُوخَةٍ» , فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ البقرة: 184 فَلَا يُرَخَّصُ فِي هَذَا إِلَّا لِلْكَبِيرِ الَّذِي لَا يُطِيقُ الصِّيَامَ أَوْ مَرِيضٍ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُشْفَى ". وَهَذَا الْإِسْنَادُ صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 2353: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami. Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Abu Bisyr Warqa bin Umar menceritakan kepada kami. dari Amru bin Dinar, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin." Dia mengatakan, mereka berat menjalankannya, dibebani untuk memberikan makan satu orang miskin. Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, lalu menambah satu orang miskin yang lain. —tidak dinasakh—. "Dan itu lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian." Maka dalam hal ini tidak diberikan keringanan kecuali bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa atau orang sakit yang diketahui bahwa dia tidak dapat disembuhkan." sanad Hadits ini shahih.
Sunan Daruquthmi Nomer 2353