سنن الدارقطني ٢٣٥٦: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَكِيلُ أَبِي صَخْرَةَ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , ثنا رَوْحٌ , ثنا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ عَطَاءٍ , أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ , يَقْرَؤُهَا وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ البقرة: 184 , قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «لَيْسَتْ بِمَنْسُوخَةٍ هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ لَا يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا فَيُطْعِمَا مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا». وَهَذَا صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 2356: Ahmad bin Abdullah Wakil bin Abi Shakhrah menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami. Rauh menceritakan kepada kami. Zakaria bin Ishak menceritakan kepada kami, dari Amru bin Dinar, dari Atha‘ bahwa dia mendengar Ibnu Abbas membaca ayat, "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin." Ibnu Abbas mengatakan, "Tidak dinasakh, yaitu orang tua dan wanita yang tidak mampu berpuasa, lalu keduanya memberikan makan sebagai pengganti setiap hari satu orang miskin." Hadits ini shahih.
Sunan Daruquthmi Nomer 2356