Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٠٤٠: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ الطَّائِيُّ بِمَنْبَجٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوِ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ، خَرَجَتْ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ، وَمَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، أَوْ نَحْوَ هَذَا، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ.
Shahih Ibnu Hibban 1040: Umar bin Sa’id bin Sinan Ath-Tha'i mengabarkan kepada kami di Manbaj, Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila seorang hamba yang muslim- atau mukmin- berwudhu lalu ia membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya semua dosa akibat perbuatan maksiat yang dilakukan oleh mata bersamaan dengan basuhan air itu dan bersamaan dengan tetesan terakhir dari air basuhan itu, atau yang seperti ini. Kemudian apabila ia membasuh kedua tangannya, maka akan keluar dari tangannya semua dosa yang dilakukan oleh kedua tangan bersamaan dengan basuhan air itu dan bersamaan dengan tetesan terakhir dari air basuhan itu, sehingga (dengan demikian) ia menjadi orang yang suci dari dosa.”6 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1040