Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٤٥٥: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ أَيُّوبَ، وَمُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ: أَخْبَرَ ابْنُ عُمَرَ بِوَجَعِ امْرَأَتِهِ فِي السَّفَرِ، فَأَخَّرَ الْمَغْرِبَ، فَقِيلَ: الصَّلاَةَ، فَسَكَتَ، وَأَخَّرَهَا بَعْدَ ذَهَابِ الشَّفَقِ حَتَّى ذَهَبَ هَوِيٌّ مِنَ اللَّيْلِ، ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ إِذَا جَدَّ بِهِ السَّيْرُ، أَوْ حَزَبَهُ أَمَرٌ.
Shahih Ibnu Hibban 1455: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ma’mar telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Ayyub dan Musa bin Uqbah dari Nafi, ia berkata, Ibnu Umar diberitahu tentang sakit yang dialami istrinya di tengah perjalanan. Maka ia pun mengakhirkan shalat magrib. Ada orang berkata, “Shalatlah!”. Ia hanya terdiam. Ia mengakhirkan shalat magrib setelah hilangnya mega merah sampai berlalunya masa yang cukup lama dari waktu malam. Kemudian ia turun. Lalu ia melaksanakan shalat magrib dan Isya kemudian ia berkata, “Beginilah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melakukan ini ketika mempercepat perjalanan atau ditimpa masalah yang berat.” 388
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1455