Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٤٦٠: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ صَلاَةٍ أُخْرَى‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ فِي إِطْلاَقِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّفْرِيطَ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى دَخَلَ وَقْتُ صَلاَةٍ أُخْرَى بَيَانٌ وَاضِحٌ أَنَّهُ لَمْ يَكْفُرْ بِفِعْلِهِ ذَلِكَ، إِذْ لَوْ كَانَ كَذَلِكَ، لَمْ يُطْلِقْ عَلَيْهِ اسْمُ التَّأْخِيرِ وَالتَّقْصِيرِ دُونَ إِطْلاَقِ الْكُفْرِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1460: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hibban bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata Abdullah telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Abdullah bin Rabah dari Abu Qatadah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, Tidur bukan sebuah kelalaian.Kelalaian hanyalah pada orang yang tidak melaksanakan shalat hingga datang waktu shalat lainnya.”400 25:3 Abu Hatim berkata, “Ungkapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebut kelalaian untuk orang yang tidak melaksanakan shalat hingga masuk waktu shalat berikutnya merupakan keterangan yang jelas bahwa ia tidak menjadi kafir karena melakukan hal itu. Karena jika ia dihukumi kafir, niscaya beliau tidak akan menyebutnya sebagai orang yang mengakhirkan shalat dan orang yang lalai. Beliau akan menyebutnya kafir.”

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1460