Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٤٦٣: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عَمْرٍو، بِالْفُسْطَاطِ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْعَلاَءِ الزُّبَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ عَمِّهِ، عَنْ بُرَيْدَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: بَكِّرُوا بِالصَّلاَةِ فِي يَوْمِ الْغَيْمِ، فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ فَقَدْ كَفَرَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَطْلَقَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَ الْكُفْرِ عَلَى تَارِكِ الصَّلاَةِ، إِذْ تَرْكُ الصَّلاَةِ أَوَّلُ بِدَايَةِ الْكُفْرِ، لأَنَّ الْمَرْءَ إِذَا تَرَكَ الصَّلاَةَ وَاعْتَادَهُ ارْتَقَى مِنْهُ إِلَى تَرْكِ غَيْرِهَا مِنَ الْفَرَائِضِ، وَإِذَا اعْتَادَ تَرْكَ الْفَرَائِضِ أَدَّاهُ ذَلِكَ إِلَى الْجَحْدِ فَأَطْلَقَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَ النِّهَايَةِ الَّتِي هِيَ آخِرُ شُعَبِ الْكُفْرِ عَلَى الْبِدَايَةِ الَّتِي هِيَ أَوَّلُ شُعَبِهَا وَهِيَ تَرْكُ الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 1463: Yahya bin Amr di Al Fusthath telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim bin Al Ala Az-Zubaidi404 telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Himyar405 telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Auza’i telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Qilabah dari pamannya dari Buraidah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bersegeralah melaksanakan shalat (di awal waktu) pada hari mendung. Karena sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat, ia benar-benar telah kafir.”406 25:3 Abu Hatim berkata, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengucapkan kata kufur kepada orang yang meninggalkan shalat karena407 meninggalkan shalat merupakan awal dari kekufuran. Karena bila seseorang meninggalkan shalat dan membiasakan meninggalkan shalat, niscaya akan meningkat ke arah meninggalkan kefardhuan yang lain. Jika ia terbiasa meninggalkan kefardhuan, maka dapat mengakibatkan ia menjadi kufur. Jadi, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengucapkan, “Proses akhir” yang merupakan ujung dari cabang kekufuran, kepada “proses pertama”yang merupakan awal dari cabang kekufuran. Proses pertama tersebut adalah meninggalkan shalat.”
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1463