Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٥٨: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ، قَالَ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً، فَظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَقْنَا إِلَى أَهْلِينَا، سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا فِي أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا، فَقَالَ: ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَعَلِّمُوهُمْ، وَمُرُوهُمْ، وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي لَفْظَةُ أَمْرٍ تَشْتَمِلُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ كَانَ يَسْتَعْمِلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَتِهِ، فَمَا كَانَ مِنْ تِلْكَ الأَشْيَاءِ خَصَّهُ الإِجْمَاعُ أَوِ الْخَبَرُ بِالنَّفْلِ، فَهُوَ لاَ حَرَجَ عَلَى تَارِكِهِ فِي صَلاَتِهِ، وَمَا لَمْ يَخُصَّهُ الإِجْمَاعُ أَوِ الْخَبَرُ بِالنَّفْلِ فَهُوَ أَمْرٌ حَتْمٌ عَلَى الْمُخَاطَبِينَ كَافَّةً، لاَ يَجُوزُ تَرْكُهُ بِحَالٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1658: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Isma’il bin Ibrahim dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Malik bin Al Huwairits berkata, Kami mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, waktu itu kami adalah para pemuda yang seusia. Kami menetap bersamanya selama 20 malam. Sungguh kami sangat rindu kepada keluarga kami, kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menanyakan kepada kami siapa yang kami tinggalkan dalam keluarga kami, dan kami telah mengabarkan kepadanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah sosok yang penyayang dan bersikap lemah lembut (rafiq)-, beliau bersabda, “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, ajarkanlah mereka, perintahkanlah mereka dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Apabila waktu shalat telah tiba, maka salah seorang dari kalian kumandangkanlah adzan, dan yang lebih tua dari kalian untuk menjadi imam.">689 Abu Hatim RA berkata, “Ucapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” merupakan sebuah kalimat yang mencakup segala gerakan dan ucapan yang dilakukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam melaksanakan shalat. Adapun shalat ataupun gerakan-gerakannya yang hukumnya sunah berdasarkan Ijma’ dan Khabar, maka seseorang boleh meninggalkannya. Sebaliknya, jika Ijma’ dan khabar tidak menjadikan bahwa hal itu sunah, maka ia merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam secara keseluruhan, dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1658