Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٦٦: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ، سَمِعْتُ أَبَا يَحْيَى، يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ، وَشَاهِدُ الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرِونَ حَسَنَةً، وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَبُو يَحْيَى هَذَا اسْمُهُ سَمْعَانُ مَوْلَى أَسْلَمَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ وَالِدِ أُنَيْسٍ، وَمُحَمَّدٍ ابْنِي أَبِي يَحْيَى الأَسْلَمِيِّ مِنْ جِلَّةِ التَّابِعِينَ، وَابْنُ ابْنِهِ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى تَالِفٌ فِي الرِّوَايَاتِ، وَمُوسَى بْنُ أَبِي عُثْمَانَ: مِنْ سَادَاتِ أَهْلِ الْكُوفَةِ وَعُبَّادِهِمْ، وَاسْمُ أَبِيهِ عِمْرَانُ.
Shahih Ibnu Hibban 1666: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, Syu’bah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Musa bin Abu Utsman, aku mendengar Abu Yahya berkata, Aku mendengar Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Muadzin diampuni dosanya sejauh jarak suara adzannya. Segala sesuatu baik yang basah maupun yang kering akan menjadi saksi baginya. Orang yang menjadi saksi shalat akan memberikan 25 kebaikan kepadanya, dan dosanya akan dihapus diantara keduanya."701 1:2 Abu Hatim RA berkata, “Abu Yahya ini bernama Sam’an hamba sahaya Aslam berasal dari Madinah, ia adalah ayah dari Unais dan Muhammad, keduanya adalah anak Abu Yahya Al Aslami dari generasi tabi’in yang terhormat dan mulia”. Musa bin Abu Utsman adalah salah satu dari kalangan pemimpin penduduk Kuffah dan salah seorang ahli ibadah dari kalangan mereka. Ayahnya bernama Imran.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1666