Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٧٠: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ أُنَيْسٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: الْعَرَبُ تَصِفُ بَاذِلَ الشَّيْءِ الْكَثِيرِ بِطُولِ الْيَدِ، وَمُتَأَمِّلَ الشَّيْءِ الْكَثِيرِ بِطُولِ الْعُنُقِ، فَقَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرِيدُ أَطْوَلَهُمْ أَعْنَاقًا لِتَأَمُّلِ الثَّوَابِ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِنِسَائِهِ: أَسْرَعُكُنَّ بِي لُحُوقًا أَطْوَلُكُنَّ يَدًا فَكَانَتْ سَوْدَةُ أَوَّلَ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَحِقَتْ بِهِ، وَكَانَتْ أَكْثَرَهُنَّ صَدَقَةً، وَلَيْسَ يُرِيدُ بِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا أَنَّ الْمُؤَذِّنِينَ هُمْ أَكْثَرُ النَّاسِ تَأَمُّلاً لِلثَّوَابِ فِي الْقِيَامَةِ، وَهَذَا مِمَّا نَقُولُ فِي كُتُبِنَا: إِنَّ الْعَرَبَ تَذْكُرُ الشَّيْءَ فِي لُغَتِهَا بِذِكْرِ الْحَذْفِ عَنْهُ مَا عَلَيْهِ مُعَوِّلُهُ، فَأَرَادَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ: أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا، أَيْ: مِنْ أَطْوَلِ النَّاسِ أَعْنَاقًا، فَحَذَفَ مِنْ مِنَ الْخَبَرِ كَمَا قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَحْكِي عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ: أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا أَيْ: مِنْ أَقْوَامٍ أُحِبُّهُمْ وَهَؤُلاَءِ مِنْهُمْ، وَهَذَا بَابٌ طَوِيلٌ سَنَذْكُرُهُ فِي مَوْضِعِهِ مِنْ هَذَا الْكِتَابِ فِي الْقِسْمِ الثَّالِثِ مِنْ أَقْسَامِ السُّنَنِ إِنْ قَضَى اللَّهُ ذَلِكَ وَشَاءَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1670: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabaikan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Manshur dari Abbad bin Unais dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat."705 1:2 Abu Hatim berkata, “Dalam Bahasa Arab, orang yang banyak mendermakan hartanya disebut dengan panjang tangan. Dan orang yang banyak pengharapan disebut dengan lehernya yang panjang. Maka ucapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam أَسْرَعُكُنَّ بِي لُحُوقًا أَطْوَلُكُنَّ يَدًا فَكَانَتْ سَوْدَةُ أَوَّلَ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَحِقَتْ بِهِ، وَكَانَتْ أَكْثَرَهُنَّ صَدَقَةً الْمُؤَذِّنِينَ هُمْ أَكْثَرُ النَّاسِ تَأَمُّلاً لِلثَّوَابِ فِي الْقِيَامَةِ dimaksud أطولهم (paling panjang) lehernya adalah pengharapan terhadap pahala706 sebagaimana hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kepada istri-istrinya, “Diantara kalian yang lebih cepat mengikutiku (segala perbuatan) adalah yang terpanjang tangannya (kiasan)”. Saudah adalah istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang pertama mengikuti beliau, karena ia lebih banyak mengeluarkan sedekah.707 Yang dimaksud dari perkataan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ini, bukanlah para muadzin yang lebih banyak mengharapkan pahala pada hari Kiamat nanti, dan ini yang kami katakan dalam buku-buku kami. Rasulullah ketika mengatakan “ أَطْوَلِ النَّاسِ أَعْنَاقًا ” yang dimaksud adalah “Dari sekian manusia yang terpanjang tangannya”. Terdapat lafadz من yang dibuang dari redaksi hadits tersebut, seperti halnya dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang lainnya, أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا artinya, “Diantara hambaku yang lebih aku cinta adalah yang lebih dahulu ifthamya (berbuka puasa)”708 yaitu diantara kaum yang aku cinta, dan mereka adalah bagian darinya. Pembahasan ini sangat panjang, dan dengan izin Allah akan dibahas pada bagian ketiga dari bagian hadits-hadits dalam buku ini.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1670