Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٧١: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ نَافِعِ بْنِ سُلَيْمَانَ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ أَبِي صَالِحٍ، أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ تَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: الإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، فَأَرْشَدَ اللَّهُ الأَئِمَّةَ، وَعَفَا عَنِ الْمُؤَذِّنِينَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: سَمِعَ هَذَا الْخَبَرَ أَبُو صَالِحٍ السَّمَّانُ عَنْ عَائِشَةَ عَلَى حَسَبِ مَا ذَكَرْنَاهُ، وَسَمِعَهُ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا فَمَرَّةً حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَائِشَةَ، وَأُخْرَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَتَارَةً وَقَفَهُ عَلَيْهِ، وَلَمْ يَرْفَعْهُ، وَأَمَّا الأَعْمَشُ، فَإِنَّهُ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَوْقُوفًا، وَسَمِعَهُ مِنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، مَرْفُوعًا، وَقَدْ وَهِمَ مَنْ أَدْخَلَ بَيْنَ سُهَيْلٍ وَأَبِيهِ فِيهِ الأَعْمَشَ لأَنَّ الأَعْمَشَ سَمِعَهُ مِنْ سُهَيْلٍ، لاَ أَنَّ سُهَيْلاً سَمِعَهُ مِنَ الأَعْمَشِ.
Shahih Ibnu Hibban 1671: Al Hasan bin Suiyan telah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Salamah Al Muradi telah menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Haiwah bin Syuraih dari Nafi’ bin Sulaiman, bahwa Muhammad bin Abu Shalih telah mengabarkannya dari ayahnya, bahwa ia mendengar Aisyah RA, berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Imam itu orang yang bertanggungjawab, Muadzin adalah orang yang dipercaya. Maka Allah memberi petunjuk709 kepada para imam, dan memberi ampunan kepada muadzin. "710 1:2 Abu Hatim berkata, “Abu Shalih As-Saman mendengar khabar ini dari Aisyah RA. Seperti khabar yang telah kami sebutkan tadi. Ia juga mendengarnya dari Abu Hurairah RA sebagai hadits Marfu’terkadang sebuah hadits telah diceritakan dari Aisyah RA, dan yang lainnya dari Abu Hurairah RA. Hadits ini juga terkadang derajatnya adalah hadits Mauquf hanya sampai kepadanya (Abu Hurairah RA) tidak menjadi Marfu' (sampai kepada Rasulullah SAW). Adapun Al A’masy mendengarnya dari Abu Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah RA. hadits Marfu’. Terdapat keraguan dalam memasukkan periwayatan antara Suhail dan ayahnya yang di dalamnya terdapat Al A’masy, karena Al A’masy mendengarnya dari Suhail, bukan Suhail yang mendengarnya dari Al A’masy. 711
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1671