Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٩٦٢: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا غَسَّانُ بْنُ الرَّبِيعِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، قَالَ: أَخَذَ عَلْقَمَةُ بِيَدِي، وَأَخَذَ ابْنُ مَسْعُودٍ، بِيَدِ عَلْقَمَةَ، وَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِ ابْنِ مَسْعُودٍ، فَعَلَّمَهُ التَّشَهُّدَ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ: فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ هَذَا فَقَدْ فَرَغْتَ مِنْ صَلاَتِكَ، فَإِنْ شِئْتَ فَاثْبُتْ، وَإِنْ شِئْتَ فَانْصَرِفْ.
Shahih Ibnu Hibban 1962: Abu Ya'la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ghassan bin Ar-Rabi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hurr, dari Al Qasim bin Mukhaimirah, dia berkata: Alqamah memegang tanganku, Ibnu Mas'ud memegang tangan Alqamah, dan Nabi memegang tangan Ibnu Mas'ud, lalu mengajarkan tasyahhud kepadanya, “At-tahiyyaatu lillaah wash-shalawaatu wath-thayyibaat, as-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-saalamu alaina wa alaa ibaadillaahish shaalihin. Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluh” (Segala penghormatan hanya milik Allah. juga segala pangagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu. wahai Nabi begitu juga rahmat dan keberkahan-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selam Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya) Abdullah bin Mas'ud berkata. "Bila kamu selesai (membaca) ini. maka kamu telah selesai shalat. Jika kamu mau. kamu bisa tetap di tempatmu, dan jika kamu mau. kamu bisa beranjak dari tempatmu.” 335 1:21
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1962