Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٩٦٨: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ، بِحِمْصَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلاَةِ‏:‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكْ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ قَالَتْ‏:‏ فَقَالَ قَائِلٌ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1968: Muhammad bin Ubaidillah bin Al Fadhl Al Kala'i mengabarkan kepada kami di Himsh, dia berkata: Amr bin Utsman bin Sa'id menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'aib bin Abu Hamzah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah berdoa dalam shalatnya, “Allahuma innii a'uudzu bika min adzaabin naar, waa'uudzu bika min adzaabil qabri, wa a'uudzu bika min fitnatil masiihid dajjaal, wa a'uudzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Allaahumma innii a'uudzu bika minal ma'tsam wal maghram. ” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang). Seorang laki- laki lalu berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau memohon perlindungan (kepada Allah) dari utang.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya seseorang apabila berutang, maka dia akan berdusta bila berbicara dan akan ingkar bila berjanji.” 5:12

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1968