Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٩٦٦: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا بَحْرُ بْنُ نَصْرِ بْنِ سَابِقٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ الْمَاجِشُونُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ آخِرُ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخَّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ.
Shahih Ibnu Hibban 1966: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Bahr bin Nadir bin Sabiq menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Hassan menceritakan kepada kami, dia berkata: Yusuf bin Ya'qub Al Majisyun menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Al A’raj, dari Ubaidillah bin Abi Rafi, dari Ali RA, bahwa Rasulullah berdoa di akhir shalatnya antara tasyahhud dan salam, “Allaahummaghfir lii maa qaddamtu wa maa akhkhartu, wamaa asrartu wa maa a’lantu, wa maa asraftu wa maa anta a’lamu bihi minnii, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.” (Ya Allah, ampunilah aku akan dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, dan yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa saja yang Engkau lebih mengetahui daripada diriku. Engkaulah yang mendahulukan dan yang mengakhirkan segala sesuatu, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau).340 5:12
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1966