Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٢١٨٨: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ زُهَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْخَزَّازُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ، فَلاَ يَضَعْ نَعْلَهُ عَنْ يَمِينِهِ وَلاَ عَنْ يَسَارِهِ، فَيَكُونُ عَنْ يَمِينِ غَيْرِهِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ عَنْ يَسَارِهِ أَحَدٌ وَلْيَضَعْهُمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ.
Shahih Ibnu Hibban 2188: Ahmad bin Yahya bin Zuhair mengabarkan kepada 1rami, dia berkata: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Utsznan bin Umar menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Amir Al Khazzaz menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Qais, dari Yusuf bin Mahik, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, “Apabila seseorang dari kalian shalat, janganlah meletakkan sandalnya di sebelah kanannya, dan tidak pula di sebelah kirinya, karena akan menyebabkan sandal tersebut berada di sebelah kanan orang lain, kecuali jika di sebelah kirinya ada orang lain, maka letakkanlah di antara kedua kakinya” 651 2:43
Shahih Ibnu Hibban Nomer 2188