Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٠٢: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى الْوَاسِطِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ خَالِدِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنِ الْبَهِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى أَحْيَانِهِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: قَوْلُ عَائِشَةَ: يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى أَحْيَانِهِ، أَرَادَتْ بِهِ الذِّكْرَ الَّذِي هُوَ غَيْرُ الْقُرْآنِ، إِذِ الْقُرْآنُ يَجُوزُ أَنْ يُسَمَّى الَّذِي ذَكَرَ، وَقَدْ كَانَ لاَ يَقْرَؤُهُ وَهُوَ جُنُبٌ، وَكَانَ يَقْرَؤُهُ فِي سَائِرِ الأَحْوَالِ.
Shahih Ibnu Hibban 802: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Zakaria bin Yahya Al Wasithi menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Zakaria bin Abu Za'idah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, dari Khalid bin Salamah, dari Al Bahi113, dari ‘Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan.” 115 (4:1) Abu Hatim berkata: Perkataan Aisyah, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam selalu berdzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan”, maksudnya adalah dzikir selain (membaca) Al Qur'an, karena Al Qur'an sendiri boleh disebut dengan dzikir, sementara Nabi tidak pernah membacanya dalam keadaan junub meskipun beliau selalu membacanya dalam seluruh keadaan (selain keadaan junub).
Shahih Ibnu Hibban Nomer 802