Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٣٢: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاَءِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ، وَجُوَيْرِيَةُ جَالِسَةٌ فِي الْمَسْجِدِ، فَرَجَعَ حِينَ تَعَالَى النَّهَارُ، فَقَالَ: لَنْ تَزَالِي جَالِسَةً بَعْدِي؟ قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ: لَقَدْ قُلْتُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِهِنَّ لَوَزَنَتْهُنَّ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: جُوَيْرِيَةُ هِيَ بِنْتُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَمِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Shahih Ibnu Hibban 832: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Dia berkata: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abdurrahman, maula keluarga Thalhah, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju masjid untuk shalat Shubuh, dan kebetulan ada Juwairiyah yang sedang duduk di masjid. Kemudian beliau kembali ke rumah ketika waktu siang mulai muncul (dan ternyata beliau masih mendapati Juwairiyah dalam keadaan seperti itu). Beliau pun bertanya, “Apakah dari tadi kamu tidak henti-hentinya duduk (seperti ini)?” Ia menjawab: “Iya, benar.” Beliau bersabda, “Sungguh aku pernah mengatakan empat kalimat yang seandainya di timbang dengan (dzikir-dzikirmu) itu, niscaya ia lebih berat, (yaitu) Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa midaada kalimaatihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi.” 35 (1:2) Abu Hatim RA berkata: “Juwairiyah adalah puteri Al Harits bin Abdul Muthalib, paman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.” 36
Shahih Ibnu Hibban Nomer 832