Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ٨٣٧: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ سَعِيدَ بْنَ أَبِي هِلاَلٍ حَدَّثَهُ، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهَا، أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ فِي يَدِهَا نَوًى أَوْ حَصًى تُسَبِّحُ، فَقَالَ‏:‏ أَلاَ أُخْبِرُكِ بِمَا هُوَ أَيْسَرُ عَلَيْكِ مِنْ هَذَا وَأَفْضَلُ‏؟‏ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، وَسُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الأَرْضِ، وَسُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ مِثْلَ ذَلِكَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِثْلَ ذَلِكَ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مِثْلَ ذَلِكَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ مِثْلَ ذَلِكَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 837: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku, bahwa Sa’id bin Abu Hilal menceritakan kepadanya dari Aisyah binti Sa’ad bin Abi Waqash, dari ayahnya, bahwa dia pernah masuk bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menemui seorang wanita yang di tangannya terdapat biji (biji tasbih) atau kerikil sambil bertasbih. Beliau bersabda, “Maukah jika aku beritahukan kepadamu tentang suatu perkara yang lebih mudah dan lebih utama bagimu daripada (?perbuatan yang sedang kamu lakukan) ini? (Yaitu) Subhaanallaahi ‘adada maa khalaqa (Maha Suci Allah sebanyak bilangan apa yang Dia di langit), Wa Subhaanallaahi ‘adada maa khalaqa fil ardhi (Maha Suci Allah sebanyak bilangan apa yang Dia ciptakan di bumi), Wa Subhaanallaahi ‘adada maa huwa khaaliq (Maha Suci Allah sebanyak segala sesuatu yang Allah merupakan Penciptanya), kemudian membaca Allaahu Akbar (Allah Maha Besar) juga seperti itu, Alhamdulillaah (Segala puji hanya milik Allah) juga seperti itu, Laa ilaaha illallaahu (Tiada Tuhan selain Allah) juga seperti itu, dan Laa haula wa laa quwwata illa billaah (Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah) juga seperti itu." 41 (1:104)

Shahih Ibnu Hibban Nomer 837