Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٤٢: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ هَانِئَ بْنَ عُثْمَانَ، عَنْ أُمِّهِ حُمَيْضَةَ بِنْتِ يَاسِرٍ، عَنْ جَدَّتِهَا يَسِيرَةَ، وَكَانَتْ إِحْدَى الْمُهَاجِرَاتِ، قَالَتْ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ، وَاعْقِدْنَ بِالأَنَامِلِ، فَإِنَّهُنَّ مَسْؤُولاَتٌ وَمُسْتَنْطَقَاتٌ.
Shahih Ibnu Hibban 842: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, ia beikata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Hani' bin Utsman, dari ibunya, Humaidhah binti Yasir, dari neneknya, Yusairah —ia adalah salah seorang dari kaum Muhajirin— ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada kami, “Hendaklah kalian selalu mambaca tasbih, tahlil dan taqdis. Serta hitunglah jumlahnya dengan menggunakan jari-jari tangan. Sebab jari-jari itu akan ditanya dan akan diminta berbicara (sebagai saksi)."46 (1:2)
Shahih Ibnu Hibban Nomer 842