Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٨٤٥: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ مَوْلَى ثَقِيفٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ، عَنْ حَفْصٍ ابْنِ أَخِي أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَلْقَةِ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى الْقَوْمِ، فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، فَلَمَّا جَلَسَ، قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ قُلْتَ؟ فَرَدَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا، قَالَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدِ ابْتَدَرَهَا عَشَرَةُ أَمْلاَكٍ كُلُّهُمْ حَرِيصٌ عَلَى أَنْ يَكْتُبُوهَا، فَمَا دَرَوْا كَيْفَ يَكْتُبُونَهَا، فَرَجَعُوهُ إِلَى ذِي الْعِزَّةِ جَلَّ ذِكْرُهُ، فَقَالَ: اكْتُبُوهَا كَمَا، قَالَ عَبْدِي.قَالَ الشَّيْخُ: مَعْنَى، قَالَ عَبْدِي فِي الْحَقِيقَةِ: أَنِّي قَبِلْتُهُ.
Shahih Ibnu Hibban 845: Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim, maula Tsaqif 'mengabarkan kepada kami, ia berkata: Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami, ia berkata: Khalaf bin Khalifah menceritakan kepada kami, dari Hafsh, putra saudara Anas bin Malik, dari Anas bin Malik, ia berkata: Ketika aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam di suatu majlis, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki lalu- mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kepada jamaah. Ia mengucap, “Assalaamu ‘alaikum.” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menjawabnya, ‘Wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh” Ketika duduk, ia berucap: “Alhamdulillaahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi kamaa yuhibbu rabbunaa yardhaa (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, lagi diberkahi, sebagaimana yang Tuhan kami cintai dan ridhai).” Nabi kemudian bertanya kepadanya, “ Bagaimanakah bacaanmu Orang itu pun mengulangi bacaannya tadi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda, “Demi Dzat yang diriku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh kalimat tadi telah diperebutkan oleh sepuluh malaikat yang semuanya sangat ingin mencatat pahala dari kalimat pujian tadi, namun mereka tidak tahu' bagaimana mencatatnya.Kemudian mereka kembali kepada Dzat Yang Memiliki Kemuliaan, Allah SWT. Maka Allah berfirman, 'Tulislah seperti yang telah dikatakan oleh hamba-Ku itu.'"52 (1:2) Asy-Syaikh berkata: Makna qaala ‘abdii sebenarnya adalah “Aku telah menerimanya.”
Shahih Ibnu Hibban Nomer 845