Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٠٢٧: ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا: ثنا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، أَخْبَرَنَا فُضَيْلٌ يَعْنِي ابْنَ عِيَاضٍ، عَنْ مَنْصُورٍ، ح وَثنا أَبُو مُوسَى، وَيَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ قَالَا: ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ أَبُو عَبْدِ الصَّمَدِ، ثنا مَنْصُورٌ، ح وَثنا أَبُو مُوسَى، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، ح وَثنا أَبُو مُوسَى، أَيْضًا ثنا أَبُو دَاوُدَ، أَيْضًا نَحْوَهُ عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزَادَ فِي الصَّلَاةِ أَوْ نَقَصَ مِنْهَا، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ حَدَثَ فِي الصَّلَاةِ شَيْءٌ؟ قَالَ: «مَا ذَاكَ؟» فَذَكَرْنَا لَهُ الَّذِي صَنَعَ، فَثَنَى رِجْلَهُ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَيْنَا، فَقَالَ: «إِنَّهُ لَوْ حَدَثَ فِي الصَّلَاةِ شَيْءٌ أَنْبَأْتُكُمْ، وَلَكِنِّي بَشَرٌ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي، وَأَيُّكُمْ مَا شَكَّ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحْرَى ذَلِكَ لِلصَّوَابِ، فَلْيُتِمَّ عَلَيْهِ، ثُمَّ يُسَلِّمْ، وَيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ» هَذَا حَدِيثُ أَبِي مُوسَى عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ. قَالَ أَبُو مُوسَى: قَالَ ابْنُ مَهْدِيٍّ: فَسَأَلْتُ سُفْيَانَ عَنْهُ، فَقَالَ: قَدْ سَمِعَتْهُ مِنْ مَنْصُورٍ، وَلَا أَحْفَظُهُ. وَلَمْ يَذْكُرْ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ فِي حَدِيثِهِ: التَّحَرِّي، وَقَالَ: «فَأَيُّكُمْ سَهَا فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى فَلْيُسَلِّمْ، ثُمَّ لِيَسْجُدْ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ» . قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي هَذَا الْخَبَرِ إِذَا بَنَى عَلَى التَّحَرِّي سَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ بَعْدَ السَّلَامِ، وَهَكَذَا أَقُولُ وَإِذَا بَنَى عَلَى الْأَقَلِّ سَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلَامِ، عَلَى خَبَرِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَلَا يَجُوزُ عَلَى أَصْلِي دَفْعُ أَحَدِ الْخَبَرَيْنِ بِالْآخَرِ، بَلْ يَجِبُ اسْتِعْمَالُ كُلِّ خَبَرٍ فِي مَوْضِعِهِ. وَالتَّحَرِّي هُوَ أَنْ يَكُونَ قَلْبُ الْمُصَلِّي إِلَى أَحَدِ الْعَدَدَيْنِ أَمْيَلَ، وَالْبِنَاءُ عَلَى الْأَقَلِّ مَسْأَلَةٌ غَيْرُ مَسْأَلَةِ التَّحَرِّي، فَيَجِبُ اسْتِعْمَالُ كِلَا الْخَبَرَيْنِ فِيمَا رُوِيَ فِيهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1027: Yusuf bin Musa dan Ziyad bin Ayub menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur (Ha') Ahmad bin Abdah menceritakan kepada kami, Fadhl —yaitu Ibnu Iyadh— mengabarkan kepada kami dari Manshur, Abu Musa dan Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdul Aziz bin Abdushshamad Abu Abdushshamad menceritakan kepada kami, Manshur menceritakan kepada kami (Ha') Abu Musa menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Za'idah, dari Manshur (Ha') Abu Musa juga menceritakan kepada kami, Abu Daud meriwayatkan yang serupa dengannya, dari Za'idah, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Rasulullah pernah shalat mengimami kami, kemudian beliau shalat melebihi atau kurang dari rakaat yang ditentukan. Beliau lalu menghadap kami dengan wajahnya dan kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah terjadi perubahan pada shalat?’ Beliau bertanya, 'Apa itu?' Kami lantas memberitahukan beliau apa yang dikerjakannya, kemudian beliau melipat kakinya dan menghadap kiblat, lalu sujud dua kali lantas berpaling menghadap kami, beliau berkata, ‘Apabila terjadi sesuatu di dalam shalat maka aku pasti memberitahukan hal itu kepadamu; akan tetapi aku juga manusia yang lupa sebagaimana halnya kamu, apabila aku lupa maka ingatkanlah diriku dan siapa saja di antara kamu merasa ragu di dalam shalatnya maka ia hendaknya menentukan pilihan yang benar, lalu menyempurnakannya kemudian sujud dua kali'.” Ini adalah hadits Abu Musa dari Abdurrahman. Abu Musa berkata: Ibnu Mahdi berkata, “Aku kemudian menanyakan hal itu kepada Sufyan dan ia menjawab, ‘Aku telah mendengarnya dari Manshur, akan tetapi aku tidak menghafalnya’.” Ahmad bin Abdah di dalam haditsnya tidak menyebutkan kata “At-Taharri” dan ia berkata, “Maka siapa saja di antara kamu yang lupa di dalam shalatnya dan tidak mengetahui berapa rakaat yang telah dilakukan, maka ia hendaknya memberi salam dan kemudian sujud sahwi dua kali." Abu Bakar berkata, “Hadits ini menjelaskan bahwa apabila seseorang yang shalat telah menentukan pilihan maka ia hendaknya sujud sahwi dua kali setelah salam, dan seperti itulah aku berpendapat. Apabila ia telah berpedoman pada rakaat yang jumlahnya lebih sedikit maka ia hendaknya sujud sahwi dua kali sebelum salam berdasarkan keterangan hadits Abu Sa’id Al Khudri. Menurutku, menggabungkan salah satu haditsnya dengan yang lainnya tidak diperbolehkan. Akan tetapi yang wajib dilakukan adalah menggunakan setiap hadits tersebut pada tempatnya. Sedangkan kata At-Taharri berarti kecenderungan hati seseorang yang sedang shalat kepada salah satu dari dua bilangan rakaat shalat dan berpedoman terhadap rakaat yang jumlahnya lebih sedikit adalah perkara yang bukan termasuk dari makna At-Taharri. Oleh karena itu, sudah semestinya kedua hadits tersebut digunakan sesuai dengan maksud periwayatannya."

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1027