Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٠٧٩: نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: وَحَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي قَيْسٍ، حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ، آخِرَ اللَّيْلِ أَوْ أَوَّلَهُ؟ قَالَتْ: كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ، رُبَّمَا أَوْتَرَ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ مِنْ آخِرِهِ، فَقُلْتُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً
Shahih Ibnu Khuzaimah 1079: Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata: Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami bahwa Abdullah bin Abu Qais meriwayatkan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Aisyah istri Nabi tentang bagaimana Rasulullah shalat witir, “Apakah di akhir malam atau di permulaannya?” Aisyah menjawab, “Beliau pernah melakukannya di semua waktu tersebut, terkadang beliau shalat witir di permulaan malam dan terkadang pula di akhir malam.” Aku kemudian berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan keluasan dalam hal ini.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1079