Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٨٧١: نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَأَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ قَالَا: حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنِي جَدِّي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ، وَكَانَ أَحَدَ الْوَفْدِ قَالَ: صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَحَ بِمُؤَخِّرِ عَيْنِهِ إِلَى رَجُلٍ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ " قَالَ أَبُو بَكْرٍ: هَذَا الْخَبَرُ لَيْسَ بِخِلَافِ أَخْبَارِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِنِّي لَأَرَى مِنْ خَلْفِي كَمَا أَرَى مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، إِذِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ كَانَ يَرَى مِنْ خَلْفِهِ فِي الصَّلَاةِ قَدْ يَجُوزُ أَنْ يَنْظُرَ بِمُؤَخِّرِ عَيْنِهِ إِلَى مَنْ يُصَلِّي، لِيُعَلِّمَ أَصْحَابَهُ إِذَا رَأَوْهُ يَفْعَلُ هَذَا الْفِعْلَ أَنَّهُ جَايِزٌ لِلْمُصَلِّي أَنْ يَفْعَلَ مِثْلَ مَا فِعْلَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 871: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna dan Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Mulazim bin Amr menceritakan kepada kami, kakekku Abdullah bin Zaid menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Ali bin Syaiban, dari ayahnya Ali bin Syaiban, ia adalah salah seorang utusan, ia berkata, “Aku pernah shalat di samping Rasulullah lalu beliau memandang sepintas dengan ujung matanya ke arah orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya ketika ruku dan sujud.” Abu Bakar berkata, “Hadits ini tidak bertentangan dengan hadits Nabi yang menyatakan “Aku melihat orang yang berada di belakangku sebagaimana yang aku lihat di hadapanku”. Sebab Nabi meskipun bisa melihat orang yang berada di belakangnya ketika shalat, namun beliau telah membolehkan melihat dengan ujung kedua matanya kepada orang yang sedang shalat, agar dapat memberikan pelajaran kepada para sahabat bahwa dirinya melakukannya. Sesungguhnya orang yang sedang shalat boleh berbuat sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 871