Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٩٦٠: فَأَمَّا حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ . فَإِنَّ بُنْدَارَ حَدَّثَنَا قَالَ: ثنا يَحْيَى، نا عُبَيْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ مِنَ الثَّنِيَّةِ الْعُلْيَا الَّتِي عِنْدَ الْبَطْحَاءِ، وَخَرَجَ مِنَ الثَّنِيَّةِ السُّفْلَى. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فَقَوْلُ ابْنِ عُمَرَ: دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ مِنَ الثَّنِيَّةِ الْعُلْيَا دَالٌ عَلَى أَنَّ الثَّنِيَّةَ لَيْسَتْ مِنْ مَكَّةَ وَالثَّنِيَّةُ مِنَ الْحَرَمِ، وَوَرَاءَهَا أَيْضًا مِنَ الْحَرَمِ، وَكَذَا مِنَ الْحَرَمِ، وَمَا وَرَاءَهَا أَيْضًا مِنَ الْحَرَمِ إِلَى الْعَلَامَاتِ الَّتِي أَعْلَمْتُ بَيْنَ الْحَرَمِ وَبَيْنَ الْحِلِّ، فَكَيْفَ يَجُوزُ أَنْ يُقَالَ: دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ، فَلَوْ كَانَتِ الثَّنِيَّةُ مِنْ مَكَّةَ وَكَدَا مِنْ مَكَّةَ لَمَا جَازَ أَنْ يُقَالَ: دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ مِنَ الثَّنِيَّةِ وَمِنْ كَدَا. وَقَدْ يَجُوزُ أَنْ يُحْتَجَّ بِأَنَّ جَمِيعَ الْحَرَمِ مِنْ مَكَّةَ، لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّ مَكَّةَ حَرَّمَهَا اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ» ، فَجَمِيعُ الْحَرَمِ قَدْ يَجُوزُ أَنْ يَكُونَ قَدْ يَقَعُ عَلَيْهِ اسْمُ مَكَّةَ إِلَّا أَنَّ الْمُتَعَارَفَ عِنْدَ النَّاسِ أَنَّ مَكَّةَ مَوْضِعُ الْبِنَاءِ الْمُتَّصِلِ بَعْضُهُ بِبَعْضٍ، يَقُولُ الْقَائِلُ: خَرَجَ فُلَانٌ مِنْ مَكَّةَ إِلَى مِنًى، وَرَجَعَ مِنْ مِنًى إِلَى مَكَّةَ، وَإِذَا تَدَبَّرْتَ أَخْبَارَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَنَاسِكِ وَجَدْتَ مَا يُشْبِهُ هَذِهِ اللَّفْظَةِ كَثِيرًا فِي الْأَخْبَارِ، فَأَمَّا عَرَفَةُ وَمَا وَرَاءَ الْحَرَمِ فَلَا شَكَّ وَلَا مِرْيَةَ أَنَّهُ لَيْسَ مِنْ مَكَّةَ، وَالدَّلِيلُ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَرَ مِنْ مِنًى يَوْمَ الثَّالِثِ مِنْ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 960: Adapun di dalam hadits bin Umar disebutkan bahwa Bundar menceritakan kepada kami, ia berkata: Yahya menceritakan kepada kami, Ubaidullah menceritakan kepada kami, Nafi' mengabarkan kepadaku dari bin Umar bahwa Rasulullah masuk ke Makkah melalui bukit yang tinggi yang terletak di daerah Bathha' dan keluar melalui bukit yang rendah. Abu Bakar berkata, “Perkataan Ibn Umar bahwa Nabi masuk ke Makkah melalui bukit yang tinggi menjadi dalil bahwa bukit tersebut tidak termasuk bagian dari Makkah, dan bukit tersebut memang termasuk tanah haram dan juga yang berada di sekitarnya, begitu pula Kada termasuk tanah haram dan juga yang berada di sekitarnya sampai pembatas yang telah ditetapkan sebagai perbatasan antara tanah haram dan tanah halal. Bagaimana mungkin dapat dikatakan bahwa Nabi memasuki Makkah dari Makkah dan jika bukit tersebut bagian dari Makkah begitu pula Kada' bagian dari Makkah niscaya tidak mungkin akan di katakan bahwa Nabi masuk ke Makkah dari perbukitan dan dari Kada. Telah diperbolehkan untuk berdalil bahwa semua tanah haram adalah bagian dari Makkah dengan sabda Nabi yang menjelaskan bahwa Makkah telah diharamkan oleh Allah pada hari diciptakannya langit dan bumi, maka semua tanah haram dapat disebutkan nama Makkah atasnya. Akan tetapi yang diketahui oleh manusia bahwa Makkah adalah satu tempat yang bangunannya saling menyambung antara satu dengan yang lainnya di dalam perbatasan). Oleh karena itu, seseorang akan berkata, “Si Fulan pergi dari Makkah ke Mina dan kembali dari Mina ke Makkah.” Begitu juga apabila anda meneliti dengan baik hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang manasik haji niscaya anda akan banyak mendapatkan lafazh yang serupa dengan permisalan ini di dalam hadits-hadits tersebut. Adapun Arafah dan daerah yang berada di sekitarnya maka tidak diragukan lagi bahwa ia bukan bagian dari Makkah dan dalil bahwa Nabi pergi meninggalkan Mina setelah melempar jumrah pada hari ketiga dari hari Tasyriq.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 960