Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٩٦٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْأَشَجُّ قَالَا: ثنا أَبُو خَالِدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ نَافِعٍ قَالَ: كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَحَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، وَمُسَاحِقِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: فَغَابَتِ الشَّمْسُ، فَقِيلَ لِابْنِ عُمَرَ: الصَّلَاةُ قَالَ: فَسَارَ، فَقِيلَ لَهُ: الصَّلَاةُ، فَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَجَّلَ بِهِ السَّيْرُ أَخَّرَ هَذِهِ الصَّلَاةَ، وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُؤَخِّرَهَا قَالَ: فَسِرْنَا حَتَّى نِصْفِ اللَّيْلِ، أَوْ قَرِيبًا مِنْ نِصْفِ اللَّيْلِ قَالَ: فَنَزَلَ، فَصَلَّاهَا. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي هَذَا الْخَبَرِ وَخَبَرِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسٍ مَا بَانَ وَثَبَتَ أَنَّ الْجَمْعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِي وَقْتِ الْعَصْرِ، وَبَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي وَقْتِ الْعِشَاءِ بَعْدَ غَيْبُوبَةِ الشَّفَقِ جَائِزٌ لَا عَلَى مَا قَالَ بَعْضُ الْعِرَاقِيِّينَ: إِنَّ الْجَمْعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ أَنْ يُصَلَّى الظُّهْرُ فِي آخِرِ وَقْتِهَا وَالْعَصْرُ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا، وَالْمَغْرِبُ فِي آخِرِ وَقْتِهَا قَبْلَ غَيْبُوبَةِ الشَّفَقِ، وَكُلُّ صَلَاةٍ فِي حَضَرٍ وَسَفَرٍ عِنْدَهُمْ جَائِزٌ أَنْ يُصَلَّى عَلَى مَا فَسَّرُوا الْجَمْعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ، إِذْ جَائِزٌ عِنْدَهُمْ لِلْمُقِيمِ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا إِنْ أَحَبَّ فِي آخِرِ وَقْتِهَا، وَإِنْ شَاءَ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا

Shahih Ibnu Khuzaimah 969: Muhammad bin Al Ala' bin Kuraib dan Abdullah bin Sa'id Al Asyaj menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Khalid menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa'id, dari Nafi', ia berkata, “Aku pernah pergi bersama Abdullah bin Umar dan Hafsh bin Ashim dan Musahiq bin Amr.” Perawi berkata, “Kemudian matahari tenggelam maka dikatakan kepada bin Umar, 'Shalat'.” Perawi berkata, “Namun ia tetap melanjutkan perjalanan, maka dikatakan kepadanya, 'Shalat'.” Maka ia menjawab, “Apabila Rasulullah tergesa-gesa dalam perjalanannya maka beliau mengakhirkan shalat ini dan aku juga ingin mengakhirkannya.” Perawi berkata, “Kemudian kami berangkat sampai tiba saat pertengahan malam atau hampir tiba pertengahan malam.” Perawi berkata, “Maka ia singgah dan kemudian mengerjakan shalat tersebut.” Abu Bakar berkata, “Di dalam hadits ini dan hadits riwayat Ibnu Syihab dari Anas terdapat keterangan yang menjelaskan bahwa men-jama ' atau menggabungkan antara shalat Zhuhur dan Ashar di waktu Ashar serta antara shalat Maghrib dan Isya di waktu Isya setelah terbenamnya mega merah dibolehkan dan bukan seperti yang dikatakan oleh sebagian penduduk Irak bahwa penggabungan antara shalat Zhuhur dan Ashar, yaitu seseorang mengerjakan shalat Zhuhur pada akhir waktunya dan shalat Ashar pada awal waktunya serta shalat Maghrib pada akhir waktunya sebelum tenggelamnya mega merah. Menurut mereka, semua shalat baik di saat sedang bermukim di suatu tempat atau saat bepergian seseorang diperbolehkan mengerjakannya seperti penafsiran mereka dalam hal men-jama' antara dua shalat. Menurut mereka, hal itu diperbolehkan bagi orang- orang yang tidak bepergian (bermukim) apabila ia mau mengerjakan shalat secara keseluruhan di akhir waktunya dan diperbolehkan pula apabila ia mau mengerjakannya di awal waktu."

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 969