Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٩٦٧: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا، حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُمْ، خَرَجُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ تَبُوكَ، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ قَالَ: فَأَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا، ثُمَّ دَخَلَ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءِ جَمِيعًا، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّكُمْ سَتَأْتُونَ غَدَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ عَيْنَ تَبُوكَ، وَإِنَّكُمْ لَنْ تَأْتُوا حَتَّى يُضْحِيَ النَّهَارُ، فَمَنْ جَاءَهَا فَلَا يَمَسُّ مِنْ مَائِهَا شَيْئًا حَتَّى آتِيَ» قَالَ: فَجِئْنَاهَا وَقَدْ سَبَقَ إِلَيْهَا رَجُلَانِ، وَالْعَيْنُ مِثْلُ الشِّرَاكِ تَبِضُّ بِشَيْءٍ مِنْ مَاءٍ، فَسَأَلَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ مَسَسْتُمَا مِنْ مَائِهَا شَيْئًا؟» ، فَقَالَا: نَعَمْ، فَسَبَّهُمَا، وَقَالَ لَهُمَا مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ، ثُمَّ غَرَفُوا مِنَ الْعَيْنِ بِأَيْدِيهِمْ قَلِيلًا قَلِيلًا حَتَّى اجْتَمَعَ فِي شَيْءٍ، ثُمَّ غَسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ أَعَادَهُ فِيهَا فَجَرَتِ الْعَيْنُ بِمَاءٍ كَثِيرٍ، فَاسْتَقَى النَّاسُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ يَا مُعَاذُ إِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ أَنْ تَرَى مَا هُنَا قَدْ مُلِئَ جِنَانًا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي الْخَبَرِ مَا بَانَ وَثَبَتَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَبَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، وَهُوَ نَازِلٌ فِي سَفَرِهِ غَيْرُ سَائِرٍ وَقْتَ جَمْعِهِ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ؛ لِأَنَّ قَوْلَهُ: أَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا، ثُمَّ دَخَلَ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا، تُبَيِّنُ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ رَاكِبًا سَائِرًا فِي هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ اللَّذَيْنِ جَمَعَ فِيهِمَا بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، وَبَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَخَبَرُ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَدَّ بِهِ السَّيْرُ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ لَيْسَ بِخِلَافِ هَذَا الْخَبَرِ؛ لِأَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَدْ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ بَيْنَهُمَا حِينَ جَدَّ بِهِ السَّيْرُ، فَأَخْبَرَ بِمَا رَأَى مِنْ فِعْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ قَدْ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ، وَهُوَ نَازِلٌ فِي الْمَنْزِلِ غَيْرُ سَائِرٍ، فَخَبَّرَ بِمَا رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَهُ، فَالْجَمْعُ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ إِذَا جَدَّ بِالْمُسَافِرِ السَّيْرُ جَائِزٌ، كَمَا فَعَلَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَذَلِكَ جَائِزٌ لَهُ الْجَمْعُ بَيْنَهُمَا، وَإِنْ كَانَ نَازِلًا لَمْ يَجِدَّ بِهِ السَّيْرُ كَمَا فَعَلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَمْ يَقُلِ ابْنُ عُمَرَ إِنَّ الْجَمْعَ بَيْنَهُمَا غَيْرُ جَائِزٍ إِذَا لَمْ يَجِدَّ بِهِ السَّيْرُ لَا أَثَرًا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ، وَلَا مُخْبِرًا عَنْ نَفْسِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 967: Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami bahwa Malik meriwayatkan kepadanya, dari Abu Az-Zubair Al Makki, dari Abu Thufail Amir bin Watsilah bahwa Mu'adz bin Jabal mengabarkan kepadanya bahwa mereka (para sahabat) pergi bersama Rasulullah pada perang Tabuk dan saat itu Rasulullah men-jama' antara shalat Zhuhur dan Ashar serta antara shalat Maghrib dan Isya. Perawi berkata, “Di suatu hari beliau mengakhirkan shalat, kemudian keluar dan shalat dengan men-jama' antara Zhuhur dan Ashar, lalu beliau masuk kemudian keluar dan shalat dengan men-jama' antara shalat Maghrib dan Isya secara keseluruhan, lalu bersabda, “Sesungguhnya besok hari insya Allah kamu akan tiba di mata air Tabuk dan kamu tidak akan tiba di tempat tersebut kecuali menjelang waktu Dhuha, barangsiapa tiba di tempat itu maka ia hendaknya tidak mengambil airnya sedikit pun sampai aku tiba” Perawi berkata, “Kemudian kami tiba di tempat itu dan dua orang telah tiba terlebih dahulu, sedangkan mata airnya bagaikan tali sepatu yang mengeluarkan sedikit air, lalu Rasulullah bertanya kepada keduanya, 'Apakah kamu berdua mengambil airnya?' keduanya menjawab, 'Ya.' Beliau kemudian menegur keduanya dan melontarkan perkataan yang hanya Allah yang Maha Mengetahuinya kepada mereka berdua. Setelah itu para sahabat mengambil air dari mata air tersebut dengan tangan mereka sedikit demi sedikit sehingga terkumpul pada satu tempat, lalu Rasulullah membasuh muka dan kedua tangannya dan mengembalikan air itu ke dalamnya. Tak lama kemudian mata air itu memancarkan air yang deras dan orang- orang pun mengambil air darinya. Selanjutnya itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, 'Hampir-hampir wahai Mu'adz, seandainya kamu diberikan kehidupan yang panjang niscaya kamu akan menyaksikannya dipenuhi dengan sumber air yang melimpah'.” Abu Bakar berkata, “Di dalam hadits ini terdapat keterangan yang menjelaskan bahwa Nabi telah men-jama' antara shalat Zhuhur dan Ashar serta antara shalat Maghrib dan Isya ketika bepergian di saat beliau singgah dan bukan di saat sedang dalam perjalanan tatkala beliau menggabungkan antara ke dua shalat tersebut. Sebab perkataannya 'Satu hari beliau mengakhirkan shalat, kemudian keluar dan shalat dengan menggabungkan antara shalat Zhuhur dan Ashar secara keseluruhan, lalu masuk kemudian keluar dan shalat dengan menggabungkan antara shalat Maghrib dan Isya secara keseluruhan' menjelaskan bahwa beliau tidak dalam perjalanan di saat tiba kedua waktu shalat tersebut yang digabungkan pada keduanya antara shalat Maghrib dan Isya serta antara shalat Zhuhur dan Ashar. Sedangkan hadits riwayat Ibnu Abbas bahwa apabila Nabi benar-benar telah berada di dalam perjalanan maka beliau menggabungkan antara dua shalat tidak bertentangan dengan hadits ini, sebab Ibnu Abbas melihat Nabi menggabungkan kedua shalat itu ketika beliau benar-benar sedang melakukan perjalanan. Oleh karena itu, ia mengabarkan apa yang dilihatnya dari perbuatan Nabi tersebut. Adapun Mu'adz bin Jabal melihat Nabi menggabungkan antara dua shalat ketika beliau singgah di tempat persinggahan dan tidak sedang melakukan perjalanan, maka ia mengabarkan apa yang dilihatnya Nabi mengerjakannya. Maka, menggabungkan antara dua shalat diperbolehkan bagi seorang yang berpergian apabila ia telah benar-benar didalam perjalanannya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia juga boleh menggabungkan antara keduanya saat singgah dan tidak dalam kondisi bepergian sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ibnu Umar tidak berkata, 'Sesungguhnya menggabungkan antara keduanya tidak diperbolehkan kecuali apabila benar-benar dalam perjalanan'. Tidak ada hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga dari dirinya sendiri."

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 967