Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٠٥٢: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ أَبَا عُشَّانَةَ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ، يَقُولُ: لاَ أَقُولُ الْيَوْمَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ. سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا مِنْ جَهَنَّمَ.وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ يُعَالِجُ نَفْسَهُ إِلَى الطَّهُورِ، وَعَلَيْكُمْ عُقَدٌ، فَإِذَا وَضَّأَ يَدَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِذَا وَضَّأَ وَجْهَهُ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا مَسَحَ رَأْسَهُ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا وَضَّأَ رِجْلَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَيَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ لِلَّذِي وَرَاءَ الْحِجَابِ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُعَالِجُ نَفْسَهُ لَيَسْأَلَنِي، مَا سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا فَهُوَ لَهُ، مَا سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا فَهُوَ لَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1052: Abdullah bin Muhammad bin Muslim mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kamt, Ibnu Wabah menceritakan kepada kami, 'Amar bin Al Harits mengabarkan kepadaku, bahwa Abu Usysyanah bercerita bahwa ia mendengar Uqbah bin Amir berkata, “Mulai hari ini aku tidak akan berbicara atas nama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pada sesuatu hal yang beliau belum pernah sabdakan. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya ia menempati rumah di neraka jahannam." Dan aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seseorang dari umatku yang bangun dari tidurnya pada malam hari seraya mengobati dirinya dengan bersuci, dan semua dari kalian (saat itu) dalam keadaan terikat, Apabila ia berwudhu dan membasuh kedua tangannya, maka lepaslah ikatan (syetan yang ada di kedua tangannya) Apabila ia berwudhu dan membasuh wajahnya, maka lepaslah ikatan (syetan yang ada di wajahnya). Apabila ia berwudhu dan membasuh kedua kakinya, maka lepaslah ikatan (syetan yang ada di kedua kakinya). Kemudian Allah Jalla wa Alaa berfirman di balik tabir-Nya: “Kalian lihatlah kepada hamba-Ku ini, ia mengobati dirinya agar dapat memohon kepada-Ku. Tidaklah hamba-Ku ini memohon kepada-Ku, melainkan la akan mendapatkan apa yang ia mohonkan. Tidaklah hamba-Ku ini memohon kepada-Ku, melainkan ia akan mendapatkan apa yang ia mohonkan.”22
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1052