Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٢٤٩: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبْدِ اللهِ، حَدَّثَهُمْ‏:‏ أَنَّ أَبَاهُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ، حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللهِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ الْمَاءُ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ لَفْظَةٌ أُطْلِقَتْ عَلَى الْعُمُومِ تُسْتَعْمَلُ فِي بَعْضِ الأَحْوَالِ، وَهُوَ الْمِيَاهُ الْكَثِيرَةُ الَّتِي لاَ تَحْتَمِلُ النَّجَاسَةَ، فَتَطْهُرُ فِيهَا، وَتَخُصُّ هَذِهِ اللَّفْظَةَ الَّتِي أُطْلِقَتْ عَلَى الْعُمُومِ وُرُودُ سُنَّةٍ وَهُوَ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ وَيَخُصَّ هَذَيْنِ الْخَبَرَيْنِ الإِجْمَاعُ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ قَلِيلاً كَانَ أَوْ كَثِيرًا فَغَيَّرَ طَعْمَهُ أَوْ لَوْنَهُ أَوْ رِيحَهُ نَجَاسَةٌ وَقَعَتْ فِيهِ أَنَّ ذَلِكَ الْمَاءَ نَجِسٌ بِهَذَا الإِجْمَاعِ الَّذِي يَخُصُّ عُمُومَ تِلْكَ اللَّفْظَةِ الْمُطْلَقَةِ الَّتِي ذَكَرْنَاهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1249: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Usamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Al Walid bin Katsir telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair bahwa Abdullah bin Abdullah menceritakan kepada mereka bahwa ayahnya yang bernama Abdullah bin Umar menceritakan kepada mereka bahwa, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ditanya tentang air dan hewan yang bergantian meminumnya, baik hewan yang dipakai sebagai kendaraan ataupun binatang buas. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab “Apabila air tersebut dua qullah maka ia tidak menjadi najis oleh sesuatu.”64 36: 3 Abu Hatim berkata, “Sabda Rasulullah : الْمَاءُ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ “(Air tidak menjadi najis oleh sesuatu) adalah lafazh yang diucapkan secara umum namun maknanya dipergunakan pada sebagian kondisi saja, yaitu pada air yang banyak yang tidak berpotensi najis. Maka air seperti itu suci. Lafazh yang diucapkan secara umum ini dibatasi oleh kedatangan sunnah, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam,‏ إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ“ Apabila air (mencapai) dua qullah, maka ia tidak menjadi najis oleh sesuatu. ” 65 Keumuman dua hadits di atas dibatasi oleh ijma‘ (Konsensus ulama) yang menetapkan bahwa air sedikit ataupun banyak, bila berubah rasa, warna dan baunya oleh najis yang jatuh ke dalamnya, maka air tersebut menjadi najis. Ini berdasarkan keputusan ijma’ yang membatasi keumuman lafazh muthlak yang telah kami sebutkan.

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1249