Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٢٧٥: ثنا الصَّنْعَانِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدًا، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، فَقُلْتُ: أَيْ رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ صَلَاةٍ هَذِهِ؟ مَا كُنْتَ تُصَلِّيهَا قَالَ: «إِنَّهُ قَدِمَ وَفْدٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ فَشَغَلُونِي عَنْ رَكْعَتَيْنِ كُنْتُ أَرْكَعُهُمَا بَعْدَ الظُّهْرِ» خَرَّجْتُ طُرُقَ هَذَا الْخَبَرِ فِي كِتَابِ الْكَبِيرُ " قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «فَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَطَوُّعَ بِرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ قَضَاءَ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الظُّهْرِ، فَلَوْ كَانَ نَهْيُهُ عَنِ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ عَنْ جَمِيعِ التَّطَوُّعِ، لَمَا جَازَ أَنْ يَقْضِيَ رَكْعَتَيْنِ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الظُّهْرِ، فَيَقْضِيهِمَا بَعْدَ الْعَصْرِ، وَإِنَّمَا صَلَّاهُمَا اسْتِحْبَابًا مِنْهُ لِلدَّوَامِ عَلَى عَمَلِ التَّطَوُّعِ؛ لِأَنَّهُ أَخْبَرَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ أَفْضَلَ الْأَعْمَالِ أَدْوَمُهَا، وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَحَبَّ أَنْ يُدَاوِمَ عَلَيْهِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1275: Ash-Shan’ani Muhammad bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Al Mu’tamir menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Muhammad, dari Abu Salamah bahwa Ummu Salamah, dia berkata, "Rasulullah pernah mengunjungiku setelah shalat Ashar lalu beliau shalat dua rakaat, maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, shalat apa ini? engkau tidak pernah melakukannya.’ Beliau menjawab, "Sesungguhnya datang utusan dari bani Tamim maka mereka menghalangiku shalat dua raka'at yang selalu aku kerjakan sebelum Zhuhur'." Aku telah meriwayatkan jalur-jalur periwayatan hadits ini di dalam kitab Al Kabir. Abu bakar berkata, "Nabi pernah melakukan shalat sunah setelah shalat Ashar adalah sebagai pengganti dari shalat dua rakaat yang keduanya senantiasa beliau lakukan setelah shalat Zhuhur. Apabila larangan beliau untuk mengejakan shalat sunah setelah shalat Ashar sampai tenggelamnya matahari bagi semua tentuk shalat sunah maka tidak diperbolehkan untuk mengganti shalat dua rakaat yang senantiasa dikerjakannya setelah Zhuhur dengan mengerjakannya setelah shalat Ashar. Akan tetapi dua rakaat tersebut dikerjakannya karena kecintaannya agar terus-menerus mengerjakan perkara yang sunah sebab hal itu telah disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Sesungguhnya sebaik-baiknya perbuatan adalah yang terus-menerus dikerjakan' Lagipula bahwa apabila telah mengerjakan sesuatu pekerjaan maka beliau selalu ingin mengerjakannya terus-menerus."
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1275